Ustaz Dr. Khalid Basalamah Ustaz Jefri Al Buchori Ustaz Zulkifli M Ali, Lc MA Buya Yahya
Slider 2 mini Slider 3 mini

Senin, 06 Maret 2017

Foto-foto Kegiatan UKM Forkalam Al-kahfi

Filled under: ,

Forkalam al-kahfi adalah sebuah wadah yang luar biasa yang mampu memberikan pendidikan dan pembinaan bagi teman-teman pencinta ilmu dan insya allah berakhlak mulia. silahkan bergabung dengan forkalam. Sukses pemuda kahfi

Posted By Unknown08.52

Komite Tawanan PLO: ‘Dokter ‘Israel’ Siksa Tawanan Palestina’

Filled under: , ,

PALESTINA, Senin (World Bulletin): Komite tawanan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) menuding dokter-dokter ‘Israel’ menyiksa para tawanan Palestina di penjara-penjara ‘Israel’. Dalam pernyataan tertulisnya Sabtu (4/3) lalu, komite tawanan PLO menyatakan para dokter ‘Israel’ bekerja sama dengan pihak penjara dan dinas keamanan, serta kamp-kamp militer untuk menyiksa para tawanan dan memberi mereka tekanan psikologis.
“Para dokter secara sistematis mengabaikan kesehatan para tawanan dan tidak menaati etika profesi medis, serta konvensi-konvensi internasional dan kemanusiaan.” Dalam pernyataan tersebut juga disebutkan, para dokter ‘Israel’ telah memberikan laporan yang menyatakan para tawanan mampu menahan penyiksaan. “Mereka juga menahan diri dari campur tangan memberikan perawatan terhadap para tawanan…dan tidak menentang tawaran pengobatan untuk ditukar dengan pengakuan.”
Tidak ada pernyataan dari otoritas ‘Israel’ mengenai klaim komite tawanan PLO ini.
Menurut pemerintah Palestina, kini lebih dari 7.000 warga Palestina mengalami penyiksaan di penjara-penjara ‘Israel’.* (World Bulletin | Sahabat Al-Aqsha)

Posted By Unknown08.18

Saat fitnah Duhaima’ Mendera

Filled under: , ,




Saat fitnah Duhaima’ mendera, silih berganti menimbulkan pengkikisan keimanan, sungguh, seorang muslim tidak boleh jika hanya mengandalkan kemampuannya sendiri. Kapanpun dimanapun, setiap muslim mutlak membutuhkan pertolongan dan penjagaan dari Alloh Azza wa Jalla. Juga memerlukan pertolongan dari orang-orang shalih disekitarnya. Tidak boleh ia bekerja sendirian. Jangan sampai seorang muslim seperti seekor domba di tengah kumpulan serigala. Setegar apapun seorang muslim bertahan, pada akhirnya kesendirian lah yang akan menjadi bumerang. Dan benar, sikap individual hanya akan berujung pada kegagalan, keruntuhan, dan kejumudan.
Saat fitnah Duhaima’ menebarkan racun-racunnya yang ganas, umat Islam dituntut untuk mempererat barisan dan memperkokoh kekuatan. Bukankah fitnah Duhaima’ bercirikan terkristalnya kekuatan musuh dalam kelompok munafik tulen? Oleh karenanya, umat muslim wajib membentuk kelompok mukmin sejati (fusthat iman). Sebuah kelompok ideal yang memiliki kekuatan ideologi, fisik, psikis, dan juga finansial. Tetapi, bagaimana cara membentuk fusthat iman tersebut? Apa saja visi, misi, unsur-unsur, dan syarat yang dibutuhkan untuk memuluskan jalan menuju pembentukan fusthat iman tersebut?
Kini… Marilah merenungkan secara mendalam beberapa doa yang diajarkan langsung oleh Al-Qur’an dibawah berikut ini,
رَبَّنَا آمَنَّا بِمَا أَنْزَلْتَ وَاتَّبَعْنَا الرَّسُولَ فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ
“Ya Rabb kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan kami telah mengikuti Rasul, karena itu masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi.” (QS.Ali Imran : 53)
رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلْإِيمَانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا ۚ رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ
Ya Rabb kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): “Berimanlah kalian kepada Rabb kalian!” maka kami pun beriman. Yaa Rabb kami, maka ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti.”” (QS. Ali Imran : 193)
Apabila kita merenungkan kedua doa diatas secara mendalam, maka sebenarnya semua kebingungan kita telah terjawab. Kedua doa tersebut telah merangkum syarat, unsur, dan jalan menuju terbentuknya sebuah fusthat iman. Bahkan juga memberi kabar gembira tentang buah akhir yang bisa dipetik dari fusthat iman. Kedua doa ini mampu mewujudkan sebuah benteng pelindung yang kokoh dari lontaran peluru fitnah Duhaima’.
(bersambung)

Posted By Unknown07.48

Fikih Dakwah : Menunda Hal Yang Dianjurkan Demi Mengikat Hati Masyarakat

Filled under: ,

Fatwa Syaikh Muhammad bin Abdillah Al Imam hafizhahullah
Soal:
Saya minta penjelasan mengenai perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah:
إن من المستحب ترك المستحب لتأليف القلوب
“diantara perkara yang dianjurkan adalah meninggalkan perkara yang dianjurkan demi ta’liful qulub (mengikat hati orang lain)”.
Jawab:
Ini adalah perkataan yang disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah yang juga disebutkan oleh para ulama yang lain semisal Ibnu Abil ‘Izz Al Hanafi dalam kitab Syarah Aqidah Thahawiyah, dan ulama yang lainnya.
Perkataan ini gamblang. Maksudnya, jika ada suatu perkara yang dianjurkan dalam syariat namun tidak sampai wajib, tidak diwajibkan oleh Allah kepada kita dan tidak pula diwajibkan oleh Rasulullah kepada kita, jika melakukannya di tengah masyarakat beresiko dapat menimbulkan fitnah, maka menunda melaksanakannya hingga tepat waktunya dalam rangka ta’liful qulub kepada masyarakat adalah perkara yang baik.
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ketika ingin mengembalikan pondasi bangunan Ka’bah sebagaimana yang dibuat oleh Nabi Ibrahim, Rasulullah memandang bahwa hal ini akan menimbulkan kehebohan di kalangan kaum Quraisy. Maka beliaupun bersabda kepada ‘Aisyah radhiallahu’anha:
لولا أن قومك حديث عهد بكفر؛ لأسست الكعبة على قواعد إبراهيم
kalau bukan karena kaummu yang baru saja lepas dari kekufuran, akan aku bangun kembali pondasi Ka’bah sesuai dengan dibuat oleh Ibrahim” (HR. Bukhari – Muslim).
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menunda pengembalian pondasi Ka’bah, menunda keinginan dan tidak mengajak orang untuk melakukannya, semata-mata karena khawatir membuat kaum Quraisy atau sebagian dari mereka lari dari berpegang teguh dan mengikuti ajaran Rasulullah, ketika baru saja mereka mendapatkan hidayah kepada al haq. Maka Rasulullah pun menundanya.
Selain itu ada juga beberapa dalil lainnya. Wallahul musta’an.
***
Penerjemah: Yulian Purnama
Artikel Muslim.or.id

Posted By Unknown07.40